Perlu Pengembangan Budaya Kerja Aparatur

JEPARA – Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setyadi membuka sosialisasi Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara tahun 2014 di Ruang Rapat I Setda (21/10/2014).  Kegiatan ini diikuti sebanyak 66 peserta terdiri dari 21 Kasubag TU Puskesmas, 11 Sekretaris Kelurahan, 8 Kasubag dari Bagian Setda, 16 Kasubag TU UPTD Disdikpora dan 10 orang tim Pengembangan Budaya Kerja Kabupaten Jepara.

Dalam acara ini nampak hadir Kabag Orpeg Setda Jepara Sih Mariani dan Kasubag Pengembangan Aparatur dari Biro Orpeg Setda Propinsi Jawa Tengah Wiwit Setyowati selaku nara sumber.

Menurut Kabag Orpeg Setda Jepara Sih Mariani mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja serta pemantapan karakter dan jati diri aparat negara menuju aparetur yang jujur, disiplin, trasparan, akuntabel, professional, netral, sejahtera, bekinerja produktif dan berakhlak mulia untuk meningkatkan koordinasi integrasi dan sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah yang sesuai denagan tugas, fungsi, peran, wewenang dan tanggungjawab masing-masing dengan mengubah perilaku pengusaha menjadi pelayan masyarakat, Selain itu kegiatan ini juga untuk memberikan pembelajaran serta menyamakan persepsi yang terkait dengan pengembangan budaya kerja yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. kata Sih Mariani.

Dalam sambutanya Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan Setyadi sangat berteri makasih kepada Bagian Orpeg dan juga kepada Biro Orpeg Setda Propinsi yang telah melaksanakan kegiatan ini  dengan tujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang professional, karakteristik, adaptif, berkinerja tinggi bebas dari KKN berdedikasi dan memegang nilai dasar dan kode etik aparatur negara, kata Setyadi .

Reformasi Birokrasi merupakan komitmen dari Pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2010 tentqng Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025.

Ditahun 2015 diharapkan Indonesia berada di fase yang benar-benar bergerak menuju negara maju dengan system pemerintahan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas. Upaya yang sangat luar biasa ini telah dilakukan dengan pemerintah dalam penerimaan CPNS dengan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) guna mencari pegawai yang pintar dan berwawasan kedepan. Selain itu upaya perbaikan dilakukan diantaranya pada bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan public, SDM aparatur, perundang-undangan, akuntabilitas serta pengawasan, ujar Setyadi.

Secara sederhana budaya kerja diartikan sebagai sikap dan perilaku induvidu terhadap budaya kerja. Dimana Budaya kerja merupakan komitmen organisasi dalam upaya untuk membagun SDM serta proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik, dengan tujuan dalam melaksanakan reformasi birokrasi.

Budaya kerja sebagai pilar dari manejemen perubahan diharapkan mampu memberikan nuansa baru terhadap komitmen pimpinan melaksanakan reformasi birokrasi dalam penyelenggaraan dan peningkatan kualitas kinerja birokrasi melalui pola piker dan budaya kerja dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik  dan pemerintahan yang bersih (good governance and clean government) sesuai dengan harapan masyarakat, tegas Setyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *